CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 03 September 2013

Contoh Soal Penerapan Bilangan Berpangkat Kelas X


1.       Sebuah tangki minyak berbentuk kubus. Tangki itu penuh berisi minyak dengan 
 volume 512.000 liter. Berapa m panjang sisi tangki itu?
Volume tangki = 512.000 liter = 512.000 dm³
    ³√512.000 = 80 dm = 8 m    Jadi, panjang sisi tangki itu adalah 8 m.
2.      Sebuah bak mandi berbentuk kubus memiliki panjang rusuk 90 cm. Bak mandi itu
berisi air setinggi  2/3-nya. Berapa liter volume air dalam bak mandi?
Volume bak mandi = 90³ = 729.000 cm³√    Volume air =  2/3 × volume bak mandi
                        = 2/3  × 729.000
                        = 486.000 cm³                        = 486 liter
    Jadi, volume air dalam bak mandi adalah 486 liter.
3.      Dodi membuat kubus dari tanah liat. Banyak tanah liat yang digunakan Dodi
untuk membuat kubus 4.913 cm³. Berapa ukuran panjang sisi kubus yang dibuat Dodi?
 Sisi kubus =³√4.913 = 17 cm    Jadi, panjang sisi kubus yang dibuat Dodi adalah 17 cm.
4. Tentukan akar pangkat tiga dari
    a. 389.017
    b. 592.704
    c. 884.736
        ³√389.017 =73
        ³√592.704 =84
        ³√884.736 =96
5. Sebuah aquarium berbentuk kubus berisi air setinggi  1/3-nya. Volume air dalam
     aquarium tersebut 1.125 liter. Berapa dm panjang rusuk aquarium?
     Volume air = 1.125 liter
     Volume aquarium = 1/3 × 1.125 = 3.375 liter
     ³√3.375 =15
    Jadi, panjang rusuk aquarium adalah 15 dm. 

Contoh Karya Tulis Bahasa Indonesia


TUGAS BAHASA INDONESIA

D
I
S
U
S
U
N
OLEH  :

“ ARSYKA HUNJRI AR-RAHMAH “
X IPA 7
Tp 2013/2014




BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Benda di dunia ini begitu banyak macamnya. Tetapi benda yang kita sering kita jumpai ini ternyata bisa dikelompokkan menurut golongannya. Benda di dunia ini dapat dikelompokkan atas persamaan dan perbedaanya. Dengan adanya pengelompokkan, benda itu lebih mudah dipelajari. Semua benda yang hidup di muka bumi ini memiliki ciri –ciri yang berbeda tiap satuannya. Dan juga tiap benda digolongkan sesuai dengan haknya. Semua benda di dunia ini dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati.
Oleh karena itu, sebisanya kita memahami benda yang hidup dan benda yang mati. Dalam bahasa bilogisnya adalah biotik dan abiotik.

B.   Identifikasi Masalah

            Berdasarkan latar belakang masalah, masalah-masalah yang muncul dapat di identifikasi sebagai berikut:
1.      Cara mengetahui benda hidup dan benda mati
2.      Kurangnya pemahaman tentang benda hidup dan benda mati
3.      Ciri-ciri umum benda hidup dan benda mati
4.      Yang termasuk kedalam benda hidup dan benda mati


C.   Rumusan Masalah

            Berdasarkan identifikasi masalah, masalah dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      “ Bagaimana cara mengidentifikasi benda hidup dan benda mati? “
2.      “ Apa saja yang termasuk benda hidup dan benda mati? “



D.   Tujuan

          Penulisan Karya Tulis ini bertujuan sebagai berikut :
1.      Agar semua orang memahami ciri-ciri benda hidup dan benda mati
2.      Supaya mengetahui kelompok benda hidup dan benda mati
3.      Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki
4.      Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain
5.      Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup
6.      Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya

E.   Metode

            Metode yang digunakan adalah metode langsung. Yaitu metode yang mempelajari benda hidup dan benda mati dengan mengamati ciri-ciri yang terdapat pada benda tersebut. Selain itu dengan mempelajari buku-buku yang berkenaan dengan benda hidup dan benda mati.


BAB II
PEMBAHASAN


Untuk memahami apa saja yang tergolong dalam benda hidup dan benda mati, maka akan dijelaskan secara detail agar lebih memahaminya.

A.   Tentang Benda Hidup dan Benda Mati

Benda di dunia dapat dikelompokkan atas persamaan dan perbedaannya.  Dengan pengelomppokan, benda-benda itu lebih mudah  dipelajari.
Semua benda di dunia ini dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati. Yang pertama yaitu benda hidup dan yang kedua yaitu benda mati. Benda hidup mempunyai ciri-ciri yaitu, seperti bergerak, bernapas, tumbuh, berkembang biak, melakukan ekskresi, sensitif terhadap rangsangan, membutuhkan makanan dan memiliki keturunan. Benda mati dibedakan dari benda hidup, karena benda mati tidak mempunyai ciri-ciri umum tersebut. Kucing, tumbuh-tumbuhan, manusia, ikan, bunga anggrek adalah contoh benda hidup. Sedangkan plastik, kaca, air, kursi dan oksigen adalah contoh benda mati.
Benda hidup dapat dikelompokkan lagi menjadi manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Pengelompokkan itu dilakukan karena keduanya berbeda dalam beberapa hal. Tumbuhan tidak dapat bergerak di satu tempat ke tempat yang lainnya sedangkan manusia dan hewan bisa. Tumbuhan tidak mempunyai otak, jantung, paru-paru dan darah, tetapi hidup. Selain itu, tumbu-tumbuhan dapat melakukan sesuatu yang penting yang tidak dapat dilakukan oleh manusia, misalkan berfotosintesis. Tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan makanan sendiri, sedangkan bintang tidak. Rumput, bunga anggrek dan tanaman keras adalah jenis tumbuh-tumbuhan. Namun, tidak semua tumbuh-tumbuhan mempunyai bunga. Oleh karena itu, tumbuh-tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tumbuhan yang dapat berbunga dan tidak dapat berbunga. Mawar, anggrek dan melati mempunyai bunga sedangkan lumut dan tumbuhan pakis tidak.
Selanjutnya, bintang dapat dibagi menjadi vertebrata dan invertebrata. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang, contohnya adalah kodok, anjing, kambing, kucing dan lain-lain. Invertebrata adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang, contohnya adalah ikan, cacaing, ubur-ubur, kupu-kupu dan lain-lain. Terdapat lima kelompok vertebrata, yaitu mamalia, burung, amfibia, reptilian dan ikan.

BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan

               Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Benda di dunia ini dikelompokkan atas persamaan dan perbedaannya
2.      Benda di dunia ini dapat diklasifikasikan menjadi benda hidup dan benda mati




Cacar Air


TUGAS BIOLOGI

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

  ARSYKA HUNJRI AR-  RAHMAH “
X IPA 7
Tp 2013/2014
“ VIRUS VARICELLA ZOSTER “




I.               MENGENAI VIRUS

Virus Varicella Zoster / VZV adalah virus penyebab cacar air. Virus ini merupakan bagian dari keluarga virus herpes. Virus cacar air juga menyebabkan cacar air pada orang dewasa yang disebabkan oleh herpes zoster ( shingles ). Cacar air merupakan salah satu penyakit yang menular.


II.        GEJALA YANG DISEBABKAN

Virus Varicella Zoster sebagai penyebab cacar air akan menyebabkan ruam melepuh, gatal, kelelahan dan demam jika terpapar pada seseorang.
Gejala awal penyebab cacar air :
-      Demam ringan 1-2 hari
-      Mengalami kelelahan ( pada orang dewasa dan dewasa muda )
-      Cepat lesu dan lemah
-      Mengalami sedikit pilek
-      Timbul kemerahan pada kulit yang berukuran kecil dan dapat ditemukan pertama kali di sekitar dada, perut, punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah
Setelah kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

III.        MASA INKUBASI

Waktu terekspos sampai kena penyakit dalam tempo 2 sampai 3 pekan. hal ini bisa ditandai dengan badan yang terasa panas.


IV.       PENULARAN

Virus Varicella Zoster menular lewat Cairan tubuh orang yang sakit Cacar Air. Cairan tubuh yang sering menularkan Cacar Air, antara lain lewat bersin, batuk, cairan ingus, cairan gelembung cacar air yang pecah, bekas cairan cacar air di pakaian dll
Bila cairan tubuh orang yang sakit Cacar Air masuk ke mukosa (lapisan dalam mulut, hidung, mata, kelamin dll) orang yang sehat, orang sehat itu akan tertular sakit cacar air.
Orang yang sakit Cacar Air bisa menularkan penyakit Cacar air sejak sekitar 5 hari sebelum cacar air (gelembung berisi air) muncul di kulit penderita Cacar Air, hingga 5 hari setelah saat pertama cacar air muncul di kulit.

V.           PENCEGAHAN

Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan. Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.
VI.       PENGOBATAN

Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan "Asiklovir" berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan "PK" sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.
Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.